Finsera

Semua ini urusan kami. Kamu cukup dua.

Pembukuan, pajak, stok, kas, selisih yang nggak ketemu. Buat kebanyakan orang, ini tumpukan yang bikin nunda.

Kami yang ngerapiin tumpukannya. Yang nyampe ke kamu cuma dua: apa yang perlu diputusin, sama apa yang perlu dikerjain besok.

Kerjaan kami bikin angka usaha kamu bisa dipercaya, terus dipakai buat mutusin.

Kebanyakan usaha kecil nggak kekurangan data. Notanya ada, transferannya ada, chatnya ada. Yang nggak ada itu tempat semuanya ketemu.

Jadi tiap ditanya "bulan ini untung berapa", jawabannya nebak. Bukan karena males, tapi karena angkanya emang belum pernah disuruh ngomong.

Kami nggak jualan aplikasi. Kami duduk bareng kamu sampai catatannya jalan sendiri, terus kami pulang.

bisa dipercayaArtinya kalau dicek ulang bulan depan, angkanya sama. Bukan angka yang kelihatan bagus.
dipakai buat mutusinLaporan yang cuma dibaca pas mau lapor pajak itu belum kepake. Baru jadi arsip.
tempat ketemuIni yang biasanya bolong. Bukan toolnya kurang canggih, cuma nggak ada yang nyambungin.
duduk barengDua minggu pertama biasanya kami yang paling repot. Habis itu makin sepi, dan emang harusnya gitu.

Yang pernah kami benerin

stok desain
Toko sering selisih stok. Yang salah bukan orangnya, bukan aplikasinya. Barang masuk dicatat dua orang, di dua tempat. Satu kolom diberesin, selisihnya berhenti.
pajak kebiasaan
Beban gede ditolak pas diperiksa. Nota lengkap semua. Yang kurang cuma satu daftar yang nggak pernah dibikin, dan itu bisa diisi 10 menit tiap bulan.
nota keputusan
Nota kertas setumpuk jadi Excel, Excel jadi kasir, kasir jadi jawaban. Bukan tokonya yang berubah, cara dia ngeliat angkanya yang berubah.

Yang kami bikin

Sebagian kami pakai sendiri dulu sebelum dikasih ke orang. Yang punya klien, namanya kami sebut cuma kalau dia ngizinin.

Yang udah jalan tanpa kami di sana

Tiga dari kerjaan di atas sekarang dipakai orang lain tiap hari, dan pemiliknya ngizinin namanya kami sebut. Yang kami pajang ukuran sistemnya, bukan angka usahanya.

Tadi di atas kami bilang yang nyampe ke kamu cuma dua. Ini yang kedua: kalau kamu ngobrol, ini yang kejadian.

Kamu cerita

Usahanya apa, lagi mentok di mana. Nggak usah disiapin, nggak usah rapi.

Kami nanya balik

Biasanya soal siapa yang nyatet dan di mana nyatetnya. Bukan soal aplikasinya.

Kami bilang

Menurut kami masalahnya apa. Kadang jawabannya "ini bisa kamu benerin sendiri", dan itu selesai di situ.

Harga belakangan

Obrolannya nol. Kalau lanjut, harganya diomongin setelah kami ngerti kasusnya.